Mewakili GCC Indonesia, Eri Kurniawan Paparkan Model RADEC untuk Pengembangan Modul GCED di Forum Internasional Vietnam

HO CHI MINH CITY, VIETNAM – Coordinator of Global Partnerships and Institutional Diplomacy GCC Indonesia, Prof. Eri Kurniawan, memaparkan inovasi pedagogi asli Indonesia, Model RADEC, sebagai framework pengembangan modul Global Citizenship Education (GCED) dalam forum internasional Sub-regional Workshop on GCED in Southeast Asia.

Workshop bertema “Building Pathways to Peace through GCED in Southeast Asia” ini diselenggarakan bersama oleh UNESCO APCEIU dan SEAMEO RETRAC pada 8 – 10 September 2026 di SEAMEO RETRAC, Ho Chi Minh City, Vietnam. Kegiatan ini mempertemukan perwakilan Kementerian Pendidikan, pembuat kebijakan kurikulum, pakar kurikulum, pelatih guru, guru, dan perwakilan masyarakat sipil dari negara-negara Asia Tenggara

Forum ini digelar di tengah tantangan kawasan yang kompleks, mulai dari aspirasi reformasi politik dan ketegangan perbatasan, dampak perubahan iklim, hingga transformasi digital dan penggunaan kecerdasan buatan di dunia pendidikan. Melalui GCED, peserta diajak menerjemahkan Rekomendasi UNESCO 2023 tentang Pendidikan untuk Perdamaian, HAM, dan Pembangunan Berkelanjutan serta Peta Jalan Kawasan Asia-Pasifik menjadi aksi konkret yang kontekstual.

Prof. Eri Kurniawan tampil pada Session VI: Sharing Regional Practices Across Action Areas, Action Area 1: Curriculum and Pedagogy, pada 9 September 2026. Pada sesi tersebut, ia berbagi panggung dengan perwakilan dari Malaysia dan Filipina untuk membahas praktik baik pengembangan kurikulum GCED di kawasan.

Dalam presentasinya, Prof. Eri menegaskan tujuan utamanya: “Share how Indonesia contextualizes GCED through an Indonesian-born pedagogy — RADEC — to make GCED modules memorable, literacy-rich, and actionable from classroom to community.” Ia menjelaskan bahwa kerangka GCED UNESCO di Indonesia diterjemahkan secara kontekstual melalui Profil Pelajar Pancasila dan Kurikulum Merdeka. Untuk mengimplementasikannya, GCC Indonesia mengembangkan Model RADEC sebagai sintaks pembelajaran yang berpusat pada siswa dengan tahapan Read, Answer, Discuss, Explain, Create.

Model RADEC ini tidak hanya bersifat teoritis. Data empiris yang dipaparkan menunjukkan efektivitas signifikan. Pada aspek dampak siswa, RADEC dengan integrasi AR mencatat N-Gain 58,5% pada kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah, dibandingkan 41,0% pada instruksi langsung tradisional. Model ini juga terbukti efektif mengikis miskonsepsi sains yang persisten.

Dari sisi kesiapan guru, data dari workshop pengembangan profesional UPI di Jawa Barat menunjukkan 86,1% guru mahir merencanakan modul berbasis RADEC, 83,3% kompeten mengeksekusi 5 tahap sintaks, dan 97,2% menyatakan intensi untuk terus mengimplementasikan model ini.

Untuk mendorong adopsi di tingkat regional, Prof. Eri menawarkan 4-Phase Pipeline for Regional Adoption sebagai template praktis penulisan modul GCED:

  1. Curricular Mapping: Menyelaraskan indikator GCED dengan SDG 4.7
  2. Syntactic Authoring: Menulis modul dengan kerangka RADEC
  3. Cultural Anchoring: Menjangkarkan modul pada kearifan lokal
  4. Teacher Incubation: Penguatan kapasitas melalui Training of Trainers (TOT) berkelanjutan

Paparan ini mendapat perhatian karena menawarkan solusi yang membumi, berbasis bukti, dan dapat direplikasi lintas negara, dengan implikasi strategis mulai dari institutionalisasi di pendidikan pra-jabatan, kolaborasi sub-regional, integrasi di TVET, hingga pemanfaatan Open Educational Resources.

Sebagai tindak lanjut dari workshop ini, GCC Indonesia telah menyusun Action Plan dengan prioritas Higher Education (Advocacy & Capacity Building). Outcome jangka panjangnya adalah memastikan dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) lintas fakultas dan kampus daerah berkomitmen mengintegrasikan GCED dalam pengajaran.

Rencana aksi konkret akan dimulai pada Oktober hingga Desember 2026, diawali dengan audiensi dengan Rektor UPI, pembentukan core group yang terdiri dari tiga perwakilan dari setiap fakultas dan kampus daerah melalui SK Rektor, hingga pelaksanaan TOT RADEC-GCED bagi tim inti tersebut. Upaya ini akan didukung oleh sistem pembelajaran daring terintegrasi UPI (SPOT), modul dan MOOCs berbasis RADEC, serta dukungan penuh dari GCC Indonesia.

Partisipasi ini menegaskan peran GCC Indonesia sebagai hub yang tidak hanya membawa praktik baik Indonesia ke panggung internasional, tetapi juga membawa pulang komitmen aksi nyata untuk memperkuat GCED di perguruan tinggi Indonesia.

Pencarian

Tentang Kami

Global Citizenship Education Cooperation Center (GCC)-Indonesia adalah lembaga yang didirikan oleh Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di bawah naungan Asia Pacific Center of Education for International Understanding (APCEIU) untuk memfasilitasi promosi Global Citizenship Education (GCED) di seluruh sistem pendidikan di Indonesia.

Views

Flag Counter

Our Social Media

YouTube: GCED ISOLAedu
Instagram: gced_isolaedu
Facebook: GCED Isolaedu
Tiktok: gced_isolaedu