GCC Indonesia Tegaskan Arah Institusionalisasi GCED pada GCC Consultation Meeting 2026 di Seoul

Seoul, Republik Korea, 25 Agustus 2026 — Global Citizenship Education Cooperation Centre Indonesia (GCC Indonesia), Universitas Pendidikan Indonesia, berpartisipasi dalam GCC Consultation Meeting 2026 yang diselenggarakan oleh Asia-Pacific Centre of Education for International Understanding (APCEIU) under the auspices of UNESCO di Seoul, Republik Korea, Selasa (25/8/2026).

Pertemuan ini mempertemukan perwakilan GCC dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Nepal, dan Bangladesh sebagai forum untuk berbagi perkembangan program, merefleksikan capaian, sekaligus mendiskusikan arah strategis penguatan Global Citizenship Education (GCED) di kawasan Asia-Pasifik.

Kegiatan dibuka oleh Direktur APCEIU, Dr. KIM Jong Hun. Delegasi GCC Indonesia terdiri atas Prof. Dr. Dasim Budimansyah, M.Si., Direktur GCC Indonesia, dan Didin Samsudin, S.E., M.M., CHCM, CIT., Communication & Media Lead of GCC Indonesia.

Dari Kontekstualisasi Menuju Dampak Berkelanjutan

Pada putaran pertama konsultasi, Prof. Dr. Dasim Budimansyah memaparkan perkembangan GCC Indonesia tahun 2026 melalui presentasi bertajuk “GCC Indonesia 2026: From Contextualization to Sustainable Impact.”

GCC Indonesia menegaskan bahwa GCED tidak hanya dipahami sebagai kerangka global yang diperkenalkan ke dalam sistem pendidikan Indonesia, melainkan sebagai seperangkat nilai universal yang perlu diterjemahkan menjadi praktik pendidikan yang bermakna sesuai keragaman sosial dan budaya Indonesia.

Sejak didirikan di Universitas Pendidikan Indonesia pada 2023, GCC Indonesia berkembang sebagai platform nasional untuk peningkatan kapasitas, pengembangan sumber belajar, dukungan implementasi, penelitian, serta penguatan kemitraan. Pendekatan yang dikembangkan berpijak pada prinsip bahwa identitas lokal dan nasional merupakan fondasi untuk memperluas tanggung jawab peserta didik terhadap kemanusiaan dan keberlanjutan planet.

Sepanjang 2026, program GCC Indonesia dikembangkan melalui empat jalur utama, yakni capacity building, implementation and validation, knowledge development, serta regional collaboration. Kegiatan tersebut mencakup pelatihan peacebuilding dan sustainability, pengembangan model schools, validasi modul GCED for TVET, pengembangan sumber belajar dan penelitian, serta kolaborasi antarpusat GCC, termasuk pengembangan Maphilindo Folktales bersama mitra di Malaysia dan Filipina.

GCC Indonesia melihat perjalanan 2023–2026 sebagai fase pembangunan fondasi dan konsolidasi. Tahap berikutnya diarahkan pada pengukuran dampak: bukan sekadar menghitung jumlah kegiatan dan peserta, tetapi melihat perubahan yang terjadi pada pendidik, peserta didik, institusi, serta masyarakat.

Menuju Institusionalisasi dan Evidence-Based GCED

Pada sesi konsultasi berikutnya, GCC Indonesia menyampaikan arah program strategis 2026–2027 melalui tema “From Promotion to Institutionalization.” Fokusnya adalah bagaimana pengalaman pengembangan GCED sejak 2023 dapat bergerak dari promosi dan perluasan program menuju institusionalisasi, penguatan basis bukti, dan model yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Dua agenda utama menjadi bahan konsultasi dengan APCEIU.

Pertama, National Survey on GCED in Indonesia, yang dirancang untuk membangun basis data nasional mengenai tingkat pelembagaan GCED, terutama melalui jaringan sekitar 100 Teacher Education Institutions (TEIs) yang telah terhubung dengan GCC Indonesia. Survei tersebut diharapkan dapat memetakan kekuatan, kesenjangan, hambatan, dan faktor pendukung implementasi GCED dalam kurikulum, pedagogi, penelitian, kemitraan, dan budaya institusi.

Kedua, pengembangan GCED for Prospective Indonesian Migrant Workers (CPMI). Sejak akhir 2025, GCC Indonesia bekerja sama dengan Pendidikan Vokasi Garuda UPI dan UPI Migrant Center untuk mengintegrasikan GCED ke dalam pelatihan kompetensi calon pekerja migran Indonesia. Model tersebut menggabungkan kompetensi vokasional, kesiapan bahasa dan lintas budaya, nilai, identitas, hak dan tanggung jawab, keberagaman, perdamaian, serta keberlanjutan sebagai bekal untuk hidup dan bekerja secara bermartabat dalam lingkungan global.

Pada September–Desember 2026, program dirancang menjangkau 420 peserta dalam 21 kelompok, meliputi pelatihan bahasa Korea, bahasa Jepang, nursing home, elderly caretaker, dan housekeeping. Setiap kelompok dirancang memperoleh 15 jam pembelajaran GCED yang meliputi tiga tema besar: Self, Identity & Global Interdependence; Rights, Responsibilities & Ethical Work; serta Peace, Sustainability & Global Action.

Roadmap yang disampaikan menempatkan akhir 2026 sebagai tahap desain dan pilot, awal 2027 sebagai periode pelaksanaan survei nasional dan penyempurnaan model GCED bagi pekerja migran, serta akhir 2027 sebagai tahap analisis, penyusunan laporan nasional, dialog kebijakan, publikasi ilmiah, dokumentasi model, dan berbagi pengetahuan di tingkat regional.

Paparan Menggunakan Bahasa Korea Warnai Sesi Delegasi Indonesia

Salah satu momen yang menarik perhatian dalam konsultasi tersebut terjadi ketika Didin Samsudin, S.E., M.M., CHCM, CIT., Communication & Media Lead of GCC Indonesia, menyampaikan bagian presentasi delegasi Indonesia menggunakan bahasa Korea.

Paparan tersebut memberikan warna tersendiri dalam forum internasional dan sekaligus menjadi bentuk penghormatan delegasi Indonesia kepada tuan rumah. Presentasi disampaikan di hadapan jajaran Office of External Relations & Information APCEIU, antara lain Ms. Yangsook LEE, Head Office of External Relation & Information; Ms. Naamjilma G., Program Specialist; serta Ms. Youbeen KOO, yang selama ini mendampingi program GCC Indonesia, Malaysia, dan Filipina.

Kehadiran GCC Indonesia pada GCC Consultation Meeting 2026 tidak hanya menjadi kesempatan untuk melaporkan capaian program, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan GCED yang lebih kontekstual, terukur, dan berkelanjutan.

Ke depan, GCC Indonesia mendorong transformasi dari cooperation menuju co-creation, melalui penelitian komparatif antarnegara GCC, pengembangan indikator dan perangkat monitoring bersama, produksi sumber belajar regional, serta pertukaran akademik dan publikasi bersama.

Arah tersebut sejalan dengan visi GCC Indonesia untuk menjadikan GCED semakin berakar pada konteks lokal, terintegrasi dalam sistem kelembagaan, berbasis bukti, dan terhubung melalui kolaborasi regional.

Sebagaimana ditegaskan dalam penutup presentasi delegasi Indonesia, tantangan berikutnya bukan sekadar memperbanyak aktivitas GCED, tetapi memastikan bahwa GCED benar-benar menghasilkan perubahan yang bermakna serta menjadi bagian berkelanjutan dari kehidupan pendidikan dan masyarakat Indonesia.

GCC Indonesia
Global Citizenship Education Cooperation Centre Indonesia
Universitas Pendidikan Indonesia

Pencarian

Tentang Kami

Global Citizenship Education Cooperation Center (GCC)-Indonesia adalah lembaga yang didirikan oleh Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di bawah naungan Asia Pacific Center of Education for International Understanding (APCEIU) untuk memfasilitasi promosi Global Citizenship Education (GCED) di seluruh sistem pendidikan di Indonesia.

Views

Flag Counter

Our Social Media

YouTube: GCED ISOLAedu
Instagram: gced_isolaedu
Facebook: GCED Isolaedu
Tiktok: gced_isolaedu