GCC Indonesia di Bangkok: Memperkuat GCED Berbasis Pancasila untuk Dunia yang Lebih Damai, Inklusif, dan Berkelanjutan

[PRESS RELEASE]

Bangkok, Thailand — GCC Indonesia berpartisipasi dalam GCC Directors’ Meeting 2026 yang berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 9–11 Juni 2026. Forum ini mempertemukan para pimpinan Global Citizenship Education Cooperation Centre dari berbagai negara untuk berbagi kemajuan, pengalaman, tantangan, dan strategi masa depan dalam memperkuat Global Citizenship Education atau GCED.

Diselenggarakan oleh APCEIU dan di-host oleh GCC-SEAMEO SEPS, pertemuan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi regional, membangun jejaring antar-GCC, serta merumuskan arah keberlanjutan program GCED di kawasan Asia-Pasifik.

GCC Indonesia hadir dalam forum ini melalui Direktur GCC Indonesia, Prof. Dr. Dasim Budimansyah, M.Si., bersama Deputy Director GCC Indonesia, Prof. Dr. Ace Suryadi. Dalam presentasi GCC Indonesia, disampaikan bahwa perjalanan GCC Indonesia merupakan bagian dari komitmen Universitas Pendidikan Indonesia untuk mengembangkan pendidikan kewargaan global yang kontekstual, transformatif, dan berakar pada nilai-nilai Indonesia.

Bagi GCC Indonesia, GCED bukan hanya konsep pendidikan, melainkan gerakan nilai dan tindakan. GCED adalah ikhtiar membentuk peserta didik yang memiliki pengetahuan, kepekaan, kepedulian, tanggung jawab, dan keberanian untuk berkontribusi bagi dunia yang lebih adil, damai, inklusif, dan berkelanjutan.

Karena itu, GCC Indonesia mengembangkan pendekatan Pancasila-Based GCED. Pendekatan ini menegaskan bahwa kewargaan global di Indonesia perlu tumbuh dari akar Pancasila, Pancawaluya, kearifan lokal, dan kebinekaan budaya bangsa. Dengan demikian, peserta didik tidak tercerabut dari identitas nasionalnya, tetapi justru bergerak dari nilai-nilai bangsa menuju solidaritas kemanusiaan yang lebih luas.

Pada tahun 2026, GCC Indonesia mengembangkan enam program strategis. Pertama, GCED Model Schools, yaitu pengembangan sekolah model sebagai pusat pembelajaran GCED di lima wilayah budaya Jawa Barat. Kedua, GCED TVET Module, yaitu integrasi GCED ke dalam pendidikan vokasi agar peserta didik memiliki kesiapan kerja, kompetensi digital, etika, dan tanggung jawab sosial. Ketiga, Teacher Capacity Building, yaitu penguatan kapasitas guru melalui modul daring, webinar nasional, dan pelatihan hybrid.

Keempat, GCC Indonesia memperluas GCED Learning Resources melalui pengembangan buku tematik, MOOC, video edukasi, dan microlearning. Kelima, GCC Indonesia memperkuat Research and Academic Leadership melalui riset nasional tentang digital citizenship dan global competence di kalangan pemuda Indonesia. Keenam, GCC Indonesia mengembangkan Cultural Diplomacy and Youth Collaboration melalui program Maphilindo, folklore, podcast, media kreatif, dan kolaborasi regional bersama mitra GCC.

Dalam arah implementasinya, GCC Indonesia menempatkan sekolah, guru, siswa, komunitas, dan media digital sebagai ekosistem penting GCED. GCED tidak cukup hanya diajarkan sebagai materi, tetapi perlu dihidupkan dalam budaya sekolah, proyek siswa, praktik komunitas, percakapan publik, dan kolaborasi lintas negara.

Melalui program tahun 2026, GCC Indonesia menargetkan penguatan 10 sekolah model GCED, pendampingan guru, pelibatan ribuan siswa dalam proyek kewargaan global, produksi buku, MOOC, dan video edukatif, serta pengembangan jejaring kolaborasi dengan APCEIU, CNU, CAU, GCC networks, dan mitra regional lainnya.

Partisipasi GCC Indonesia dalam GCC Directors’ Meeting 2026 juga menjadi momentum reflektif untuk memperkuat arah masa depan. Tantangan GCED ke depan tidak sederhana. Indonesia memiliki keragaman sosial, budaya, dan geografis yang luas. Guru dan sekolah memerlukan sumber belajar yang kontekstual. Generasi muda menghadapi tantangan digital citizenship, perubahan sosial, krisis lingkungan, intoleransi, dan fragmentasi sosial. Namun, tantangan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi GCC Indonesia untuk terus berinovasi.

Dengan dukungan Universitas Pendidikan Indonesia, jejaring sekolah, komunitas guru, peneliti, pemuda, dan mitra internasional, GCC Indonesia berkomitmen membangun ekosistem GCED yang berkelanjutan. Dari Bandung ke Bangkok, dari Pancasila menuju dunia, GCC Indonesia membawa pesan bahwa pendidikan harus melahirkan manusia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peka, peduli, inklusif, dan bertanggung jawab.

GCC Indonesia percaya bahwa masa depan yang damai tidak lahir dengan sendirinya. Ia perlu dididik, dirawat, dan diperjuangkan melalui pendidikan. Melalui GCED berbasis Pancasila, GCC Indonesia terus bergerak untuk memperkuat kontribusi Indonesia bagi dunia yang lebih damai, adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Pencarian

Tentang Kami

Global Citizenship Education Cooperation Center (GCC)-Indonesia adalah lembaga yang didirikan oleh Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di bawah naungan Asia Pacific Center of Education for International Understanding (APCEIU) untuk memfasilitasi promosi Global Citizenship Education (GCED) di seluruh sistem pendidikan di Indonesia.

Views

Flag Counter

Our Social Media

YouTube: GCED ISOLAedu
Instagram: gced_isolaedu
Facebook: GCED Isolaedu
Tiktok: gced_isolaedu