Bandung, April 2026 – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Global Citizenship Education Cooperation Center (GCC Indonesia) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pendidikan kewarganegaraan global melalui penyelenggaraan International Joint Academic Discussion on Global Citizenship Education (GCED) yang melibatkan Chung-Ang University (CAU), Korea Selatan, dan Pontifical Catholic University of Rio Grande do Sul (PUCRS), Brasil.
Kegiatan akademik internasional yang berlangsung secara daring selama lebih dari dua jam ini mengangkat tema besar Cultural Diversity and Global Citizenship, serta menghadirkan dosen dan mahasiswa dari ketiga universitas dalam sebuah forum dialog lintas budaya yang dinamis dan reflektif .
Dari pihak Chung-Ang University (CAU), kegiatan ini dihadiri oleh Dr. You-Kyung Byun sebagai dosen pengampu mata kuliah Cultural Diversity and Global Citizenship, bersama 15 mahasiswa program magister International Studies.
Dari pihak Pontifical Catholic University of Rio Grande do Sul (PUCRS), Brasil, kegiatan ini dihadiri oleh Prof. Dr. João Jung bersama seorang dosen lainnya serta 8 mahasiswa program magister bidang International Politics.

Sementara dari pihak Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), hadir Prof. Dr. Dasim Budimansyah, M.Si. selaku Director of GCC Indonesia; Prof. Ace Suryadi, M.Sc., Ph.D. selaku Deputy Director of GCC Indonesia; Prof. Eri Kurniawan, M.A., Ph.D.; Cepri Maulana, M.Pd.; Dr. R. Muhammad Johan Johor Mulyadi.; Dr. Restu Adi Nugraha, Dr. Vini Agustiani Hadian,. serta Dr. Syaifullah selaku Ketua Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan FPIPS UPI dan Dr. Sri Wahyuni Tanzhil. selaku Sekretaris Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan FPIPS UPI, bersama 28 mahasiswa Magister Pendidikan Kewarganegaraan FPIPS UPI.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini disusun dalam tiga tahapan utama, yaitu group presentation, breakout sessions, dan general discussion . Pada sesi presentasi, mahasiswa CAU memaparkan tiga proyek utama yang mengangkat isu halal meat supply, ethnic restaurants, dan social media, sebagai refleksi konkret dinamika globalisasi dalam kehidupan sehari-hari.
Sesi breakout menjadi ruang dialog yang sangat interaktif, di mana mahasiswa UPI dan PUCRS memberikan perspektif perbandingan internasional terhadap kasus yang dipresentasikan. Diskusi ini dipandu oleh para moderator dari GCC Indonesia, yaitu:
- Prof. Eri Kurniawan, M.A., Ph.D. (Breakout Room 1)
- Cepri Maulana, M.Pd. (Breakout Room 2)
- Dr. R. M. Johan Johor Mulyadi, M.H. (Breakout Room 3)
Dalam sambutan pembukaan, Prof. Dr. Dasim Budimansyah menegaskan bahwa ketiga proyek tersebut mencerminkan spektrum praktik kewarganegaraan global dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyoroti bahwa isu akses terhadap makanan halal berkaitan erat dengan identitas dan inklusivitas; restoran etnik menjadi ruang negosiasi budaya; sementara media sosial menghadirkan tantangan dalam membangun keterbukaan di era algoritma digital.
“These three cases actually reflect a continuum of everyday global citizenship practices. Global citizenship is not simply about being exposed to diversity, but about how individuals interpret, engage with, and act upon that diversity in meaningful and responsible ways.”
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa kewarganegaraan global tidak cukup hanya dipahami sebagai keterpaparan terhadap keberagaman, tetapi harus dimaknai sebagai kemampuan untuk menafsirkan, merespons, dan bertindak secara bertanggung jawab terhadap keberagaman tersebut. Dalam konteks ini, pendidikan berperan penting dalam menumbuhkan civic sensibility, yaitu kemampuan untuk menghubungkan pengetahuan, nilai, dan tindakan dalam menghadapi isu global.

Pada sesi penutupan, Prof. Budimansyah kembali menegaskan bahwa ketiga kasus tersebut menunjukkan bahwa globalisasi bukan hanya fenomena struktural, tetapi pengalaman keseharian yang membutuhkan kesadaran kritis. Oleh karena itu, Global Citizenship Education (GCED) menjadi kunci dalam membentuk generasi yang mampu berpartisipasi secara aktif, reflektif, dan bertanggung jawab dalam masyarakat global.
“Global citizenship is not only about exposure to diversity, but about how we respond to it. This is where Global Citizenship Education becomes essential—by fostering what we call civic sensibility: the ability to connect knowledge, values, and action in a global context.”
Kegiatan ini memberikan dampak yang sangat positif, khususnya bagi mahasiswa UPI, dalam memperluas wawasan global, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta memperkuat kualitas pembelajaran berbasis kolaborasi internasional.
Melalui kegiatan ini, GCC Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jejaring global serta mengembangkan praktik pendidikan kewarganegaraan yang inklusif, reflektif, dan transformatif.
#SDGs #Education #GCED #UPI #GCCIndoensia #APCEIU #UNESCO
Kontak:
GCC Indonesia – Universitas Pendidikan Indonesia
Email: [email protected]
web: gcc.upi.edu


