Bandung, 12 Juni 2025 — Dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks, GCC-Indonesia terus mendorong penguatan kapasitas pendidikan melalui pendekatan Global Citizenship Education (GCED). Salah satu upaya strategis tersebut diwujudkan dalam kegiatan bertajuk “Penguatan Global Mindset dan Student Wellbeing melalui Project Citizen”, yang diselenggarakan secara hybrid pada Kamis, 12 Juni 2025 di Hotel Kimaya Braga Bandung by Harris.

Kegiatan ini terdiri dari dua bagian utama: Webinar Interdisipliner dan Workshop Project Citizen, dengan partisipasi yang sangat antusias. Tercatat lebih dari 500 peserta secara daring dan 20 peserta secara luring, yang terdiri dari Guru SMA, siswa SMA dan mahasiswa calon guru dari berbagai perguruan tinggi di Kota Bandung.
Webinar interdisipliner mengusung tema “Mengenali Potensi, Menumbuhkan Karakter: Perspektif Genetik dalam Pendidikan Moral dan Kewarganegaraan,” yang memperkenalkan pendekatan baru dalam pendidikan karakter melalui integrasi genetika golongan darah ABO. Narasumber utama, Eva Dipanti Tumba, Direktur Eksekutif Golda Institute, menyampaikan pentingnya memahami keunikan biologis peserta didik sebagai bagian dari strategi pendidikan karakter yang relevan, empatik, dan berbasis ilmiah.

Melalui pendekatan genetika, peserta diajak mengeksplorasi potensi pembelajaran karakter yang lebih personal dan kontekstual untuk menumbuhkan nilai-nilai inisiatif, empati, dan ketangguhan (resilience). Sesi ini membuka perspektif baru tentang bagaimana sains dan pendidikan karakter dapat saling memperkuat.
Kegiatan dilanjutkan dengan Workshop Project Citizen, yang bertujuan memperkenalkan model pembelajaran berbasis proyek sebagai sarana untuk memperkuat global mindset, keterlibatan sosial, dan kesejahteraan emosional siswa (student wellbeing). Dalam sesi ini, peserta didik dilatih untuk mengidentifikasi masalah nyata di masyarakat, menganalisis akar penyebabnya, dan merancang solusi kebijakan secara kolaboratif.

Program ini merupakan bagian dari komitmen GCC-Indonesia dalam menanamkan nilai-nilai keberagaman budaya, keadilan sosial, dan keberlanjutan global dalam dunia pendidikan. Melalui integrasi pendekatan ilmiah dan partisipatif, diharapkan akan lahir generasi pembelajar yang sadar akan tanggung jawab global dan siap menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.


