Bandung, 30 Juli 2024 – Singapore Centre for Character and Citizenship Education (SCCCE) dari Nanyang Technological University (NTU) mengadakan kunjungan dan diskusi dengan Global Citizenship Education Cooperation Centre (GCC) Indonesia di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Kegiatan ini bertujuan untuk berdiskusi mengenai pendidikan karakter dan Pendidikan kewarganegaraan antara kedua institusi.
Acara ini dihadiri oleh Prof. Dr. Dasim Budimansyah, M.Si., Direktur GCC Indonesia, Didin Samsudin, SE, MM, CHCM., CIT., serta Restu Adi Nugraha, M.Pd. Dari pihak UPI, hadir Prof. Didi Sukyadi, M.A., Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Dr.rer.nat. Nandi, MT, M.Sc., Direktur Urusan Internasional UPI, serta perwakilan dari Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Umum dan Karakter, dan Pendidikan Masyarakat. Delegasi SCCCE dipimpin oleh Prof. Tan Oong Seng, Director SCCCE, didampingi oleh Ms. Liaw Shao Jun Nicole, Deputy Director, Ms. Ng May Gay, Research Fellow, Mr. Ong Chin Leng, Teaching Fellow, dan Ms. Junaidah, Senior Specialist dari Character and Citizenship Education Branch.

Diskusi yang berlangsung hangat dan produktif ini memfokuskan pada pendidikan karakter dan Pendidikan kewarganegaraan khususnya Pendidikan Pancasila di Indonesia. Di tingkat perguruan tinggi, kebijakan pemerintah mewajibkan untuk kontrak mata kuliah Pendidikan Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Pendidikan Agama. Mata kuliah ini dirancang untuk memperkuat fondasi karakter Pancasila dan keterampilan abad 21 mahasiswa, dengan harapan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga berkarakter kuat dan baik.
Prof. Didi Sukyadi menjelaskan bahwa UPI memiliki berbagai program studi yang mendukung. Di antaranya adalah Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di jenjang S1, serta Pendidikan Kewarganegaraan di jenjang S2 dan S3. UPI juga memiliki program studi Pendidikan Umum dan Karakter di jenjang S2 dan S3 yang bertujuan memperkuat pemahaman dan implementasi karakter Pancasila di Kalangan mahasiswa dan pendidikan. Inisiatif ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menekankan pentingnya pembelajaran berlandaskan Karakter Pancasila.
Prof. Dasim Budimansyah menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran berbasis proyek, seperti Project Citizen, dalam mengembangkan pemahaman dan kesadaran mahasiswa serta siswa terhadap isu-isu global. Metode ini memungkinkan peserta didik untuk tidak hanya memahami masalah-masalah global tetapi juga berperan aktif dalam mencari solusi. Di tingkat sekolah, pendekatan ini terintegrasi dengan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), serta program Jabar Masagi di Jawa Barat. Program ini bertujuan untuk mengajarkan siswa cara praktis untuk mengatasi tantangan global sambil tetap mengedepankan nilai-nilai Pancasila.

Di lingkungan perguruan tinggi, GCC Indonesia telah berhasil menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis proyek ini di beberapa kelas di UPI. Dengan menggabungkan empat mata kuliah dari berbagai bidang studi, topik-topik terkait isu-isu global dibahas secara mendalam. Proyek ini, yang sudah dilaksanakan pada semester sebelumnya, menggunakan metode pembelajaran project/Project Citizen. Program ini berupaya memberikan makna yang lebih mendalam, tidak hanya dari segi teori dan pengetahuan tetapi juga melalui aksi nyata dalam memecahkan berbagai permasalahan global.
Kolaborasi antara SCCCE dan GCC Indonesia ini diharapkan dapat menghasilkan berbagai inisiatif baru dalam pendidikan dan pembelajaran. Melalui diskusi ini, kedua institusi berharap dapat menginspirasi dan membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat dan baik serta tanggap terhadap isu-isu global, sehingga siap berkontribusi secara positif di kancah internasional.


