Bandung, 11 Januari 2024 – Dalam sinergi antara GCC Indonesia dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), sebuah Showcase Project MKWK berbasis Global Citizenship Education (GCED) telah diselenggarakan. Acara ini menggabungkan mahasiswa dari mata kuliah Pendidikan Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Agama Islam, dan Bahasa Indonesia. Kolaborasi ini melibatkan Program Studi Ilmu Komunikasi, Pendidikan Manajemen Perkantoran, dan Keperawatan. Bertempat di Auditorium FPIPS UPI, Jl. Dr. Setiabudhi 229 Bandung, kegiatan ini berfokus pada isu krusial: Human Trafficking.

Showcase ini mengangkat topik seperti penjualan organ dalam manusia, eksploitasi anak di bawah umur, penyaluran tenaga kerja ilegal, dan regulasi perdagangan organ tubuh manusia. Tujuan utamanya adalah untuk mendalamkan wawasan dan merangsang diskusi tentang isu-isu ini, yang merupakan bagian integral dari pendidikan Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Agama Islam, dan Bahasa Indonesia di UPI.
Acara dibuka dengan sambutan dari Prof. Dr. Dasim Budimansyah, M.Si, Direktur GCC Indonesia, yang diikuti oleh sambutan serta pembukaan acara oleh Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UPI. Hadir sebagai juri, Dr. Asep Dahliyana, M.Pd., Dr. Wina Nurhayati Praja, M.Pd., dan Ahmad Fuadin, M.Pd., selaku dosen dari mata kuliah terkait memberikan penilaian.

Dr. (can) Drs R Dian Muhammad Johan Johor Mulyadi, MH, Direktur Penyusunan Rekomendasi Kebijakan dan Regulasi BPIP RI, memberikan catatan reflektif tentang human trafficking sebagai Juri Kehormatan. Selanjutnya, peserta yang merupakan mahasiswa dari berbagai program studi, mempersembahkan tayangan video kreasi seni.

Puncak acara adalah pengumuman dari dewan juri dan pembagian hadiah. Topik Eksploitasi Anak di Bawah Umur berhasil meraih juara pertama. Hadiah diserahkan oleh Prof. Ace Suryadi, M.Sc., Ph.D., Wakil Direktur GCC-Indonesia, dan Dr. Yus Hermansyah, M.Si, Rektor STAI Sabili, yang merupakan mitra dari GCC Indonesia. Acara ini secara efektif menggabungkan pendidikan, kesadaran sosial, dan kreativitas, memberikan dampak yang signifikan bagi peserta dan audiens.


