BANDUNG, 4 November 2026 — Global Citizenship Center Indonesia (GCC Indonesia) bekerja sama dengan Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), menggelar Screening Film Pop-Up ReelOzInd and Film Discussion di Auditorium FPIPS UPI, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-72 Prodi PKn UPI ini merupakan wujud kolaborasi akademik dalam mempromosikan nilai dan prinsip Global Citizenship Education (GCED) melalui pendekatan seni, budaya, dan dialog lintas bangsa.
Acara ini dihadiri langsung oleh Dekan FPIPS UPI, Prof. Dr. Cecep Darmawan, serta Direktur GCC Indonesia, Prof. Dr. Dasim Budimansyah, M.Si.
Film Sebagai Medium Pendidikan Politik Kaum Muda

Dalam sambutannya, Dekan FPIPS UPI, Prof. Dr. Cecep Darmawan, menegaskan bahwa film bukan sekadar media hiburan, melainkan instrumen edukasi politik yang efektif bagi generasi muda.
“Film dapat memperkenalkan dilema publik secara lebih dekat dan membekas ketimbang sekadar uraian konseptual di ruang kuliah. Namun, pendidikan politik lewat film menuntut pendampingan. Melalui pemutaran yang dilanjutkan dialog seperti ini, mahasiswa diajak menafsirkan, mempertanyakan, dan menautkan cerita dengan realitas sosial di sekitar mereka,” ungkap Cecep.
Format ini sejalan dengan arah pengembangan pendidikan kewarganegaraan modern yang tidak hanya berfokus pada hafalan aturan dan lembaga negara, melainkan membangun kepekaan moral serta keterlibatan aktif warga negara.
Membangun Civic Sensibility dan Empati Kemanusiaan
Sementara itu, Direktur GCC Indonesia, Prof. Dr. Dasim Budimansyah, M.Si., menekankan pentingnya penguatan Civic Sensibility (kepekaan kewargaan) dalam proses pendidikan. Menurutnya, pendekatan ini sangat relevan dengan tiga ranah pembelajaran UNESCO dalam GCED, yaitu kognitif, sosio-emosional, dan perilaku.
“Film memiliki kekuatan mempertemukan kita dengan pengalaman kemanusiaan yang mungkin tidak pernah kita alami secara langsung. Melalui cerita para tokohnya, kita belajar memahami perasaan, penderitaan, dan pilihan moral orang lain. Ini penting untuk menumbuhkan empati dan tanggung jawab terhadap sesama,” jelas Dasim.
Kolaborasi Internasional dan Ruang Dialog Indonesia–Australia

Kegiatan ini turut menggandeng The Australia–Indonesia Centre melalui program ReelOzInd!. Kehadiran platform ini memperluas ruang diplomasi budaya dan dialog antarbudaya antara Indonesia dan Australia, sekaligus mengkaji isu-isu global seperti identitas, keadilan, serta martabat manusia.
Sesi diskusi film berlangsung interaktif dengan menghadirkan dua narasumber ahli:

Dedi Warsana, M.Sn. (Dosen Prodi Film dan Televisi FPSD UPI)
Ayyub Basya (Sutradara film Antrian Nomor Kematian — peraih Special Mention Fiction ReelOzInd! 2026)
Dipl. Kunst. Erik Muhammad Pauhrizi, S.Ds., M.Sch. (Dosen Prodi Film dan Televisi FPSD UPI) selaku moderator.
Sinergi Kelembagaan dan Komitmen SDGs 4.7
Sebagai pusat pengembangan yang bermitra dengan Asia-Pacific Centre of Education for International Understanding (APCEIU) di bawah naungan UNESCO, GCC Indonesia berkomitmen terus bersinergi dengan Prodi PKn UPI.
Langkah ini sejalan dengan agenda global Sustainable Development Goal (SDG) 4.7 yang mendorong pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan, budaya damai, hak asasi manusia, dan kewargaan global. Momentum Dies Natalis ke-72 Prodi PKn UPI ini menegaskan kembali visi bersama dalam mencetak generasi muda yang kritis, inklusif, dan berwawasan global.


