BANDUNG, 5 Agustus 2026 — Pendidikan tinggi di Indonesia terus dituntut untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya piawai secara akademis, tetapi juga tanggap terhadap dinamika sosial dan krisis lingkungan. Merespons tantangan tersebut, Global Citizenship Education Cooperation Centre (GCC) Indonesia bekerja sama dengan Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar National Hybrid Training on Peacebuilding & Sustainability, Rabu (5/8/2026).
Agenda nasional ini berhasil menyedot perhatian lebih dari 160 akademisi dan dosen dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Direktur GCC Indonesia, Prof. Dr. Dasim Budimansyah, menegaskan pentingnya pergeseran paradigma dalam dunia perkuliahan. Menurutnya, pembelajaran di kampus tidak boleh berhenti pada batas ruang kelas atau penyerapan teori semata.
“Dosen memegang peran sentral dalam mendorong mahasiswa melampaui ranah teoritis. Pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah harus mampu ditransformasikan menjadi aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat,” tegas Prof. Dasim.
Menangkal Kekerasan Akademik Lewat Model RADEC

Pelatihan ini menyoroti dua pilar utama, yakni Peacebuilding (Bina Damai) dan Sustainability (Keberlanjutan). Pada sesi bina damai, para peserta diajak membedah hakikat perdamaian yang hakiki—bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan terwujudnya ruang publik yang adil, inklusif, aman, serta menjunjung tinggi martabat kemanusiaan.
Pelatihan ini secara terbuka juga menguliti berbagai potensi bentuk kekerasan yang kerap mengintai lingkungan kampus. Isu-isu sensitif seperti diskriminasi, perundungan siber (cyberbullying), marginalisasi kelompok minoritas, hingga minimnya ruang bagi mahasiswa untuk berpartisipasi dinilai menjadi kerikil tajam yang merusak iklim akademik.
Sebagai solusi konkrit, para peserta dikenalkan pada model pembelajaran RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, Create). Pendekatan ini dirancang untuk mengasah daya kritis mahasiswa, membuka ruang dialog yang sehat, sekaligus mengarahkan mereka untuk menciptakan inovasi atas permasalahan sosial di sekitar.
Integrasi Nilai Pancasila dan Isu Global

Sementara itu, Wakil Direktur GCC Indonesia, Prof. Ace Suryadi, memaparkan pentingnya peran kampus dalam merespons krisis global, mulai dari perubahan iklim, ancaman krisis pangan, degradasi lingkungan, hingga ketimpangan ekonomi-sosial.
Prof. Ace menekankan bahwa prinsip keberlanjutan tidak melulu soal lingkungan hidup, tetapi juga mencakup kesetaraan sosial dan tata kelola yang transparan. Oleh karena itu, prinsip-prinsip ini wajib diinternalisasikan ke dalam mata kuliah serta ekosistem Tridarma Perguruan Tinggi.
Untuk menjembatani teori dan fakta di lapangan, pelatihan ini membekali para dosen dengan ragam metodologi partisipatif, seperti:
- Problem-Based Learning & Case-Based Learning
- Project-Based Learning
- Service Learning & Community Engagement
Sebagai penutup, penyelenggara menggarisbawahi bahwa seluruh upaya keberlanjutan dan bina damai ini harus berakar kuat pada nilai-nilai Pancasila. Semangat gotong royong, keadilan sosial, dan rasa kemanusiaan dianggap sebagai modal utama bangsa Indonesia dalam berkontribusi pada agenda pembangunan berkelanjutan di tingkat global.
Contact GCC Indonesia
Website: gcc.upi.edu
Email: [email protected]
Phone: +62 812-2122-1287


