Bandung, 10 September 2025 – Lebih dari 10.000 mahasiswa baru dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia mengikuti Talk Show Pembukaan Perkuliahan Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar secara hybrid di Auditorium Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), serta melalui Zoom Meeting dan YouTube Live Streaming. Kegiatan yang diinisiasi oleh Universitas Pendidikan Indonesia dengan dukungan Global Citizenship Education Cooperation Center (GCC) Indonesia ini mengusung tema “Pancasila sebagai Jiwa, Kewarganegaraan sebagai Gerak: Menjawab Tantangan Indonesia Kini.”
Pendidikan Pancasila dan PKn kembali menegaskan posisinya sebagai mata kuliah strategis di tengah tantangan zaman: transisi pemerintahan pasca-Pemilu 2024, perkembangan teknologi berbasis AI dan Society 5.0, polarisasi sosial, isu keberagaman dan toleransi, serta keberlanjutan lingkungan. Talk show ini menjadi ruang dialog lintas generasi dan wilayah, menghadirkan perspektif dari Indonesia Barat, Tengah, dan Timur. Nilai Pancasila dihidupi sebagai jiwa bangsa, sementara kesadaran kewarganegaraan ditransformasikan menjadi tindakan kolektif yang nyata.

Tujuh tokoh akademisi dan praktisi hadir membagikan pandangan inspiratif:
- Dr. Yuyus Kardiman, M.Pd. (UNJ) – Dimensi Filosofis Pancasila sebagai Jiwa Bangsa
- Dr. Asep Dahliyana, M.Pd. (UPI) – Kewarganegaraan sebagai Gerak dan Tindakan Kolektif
- Dr. Surya Dharma, M.Pd. (Unimed) – Tantangan Keberagaman & Polarisasi Sosial
- Ir. H. Riadi Budiman, S.T., M.T., M.Pd., IPM, ASEAN Eng. (Untan) – Etika & Literasi Digital di Era AI dan Society 5.0
- Dr. Nurul Zuriah, M.Pd. (UMM) – Inspirasi Gerakan Kewarganegaraan untuk Masa Depan
- Dr. Mariatul Kiptiah, M.Pd. (ULM) – Integrasi Nilai Pancasila dalam Local Wisdom
- Dr. Petrus Irianto, S.H., M.Pd., M.H. (Uncen) – Perspektif Papua: Pancasila & Kewarganegaraan dalam Bingkai Nusantara.
- Moderator: Dr. R. Dian Muhammad Johan Johor Mulyafdi, MH (UPI).

Antusiasme mahasiswa tampak luar biasa. Melalui polling interaktif, para peserta mengidentifikasi isu kebangsaan terbesar saat ini, mulai dari polarisasi sosial, krisis lingkungan, hingga disrupsi teknologi. Jawaban mereka menegaskan bahwa Pancasila tetap relevan dan menjadi sumber inspirasi untuk menghadapi era digital dan global. Selain paparan narasumber, acara juga menghadirkan sesi tanya jawab, diskusi panel, hingga quiz interaktif dengan hadiah menarik dari GCC Indonesia, yang membuat suasana semakin hidup.

Direktur GCC Indonesia, Prof. Dr. Dasim Budimansyah, M.Si., dalam pengantarnya menegaskan: “Pancasila adalah jiwa yang menghidupi bangsa, sementara kewarganegaraan adalah gerak nyata yang menjaga persatuan, membangun keadaban, dan menuntun Indonesia menghadapi tantangan global. Mahasiswa adalah aktor kunci untuk memastikan nilai itu hidup dalam tindakan sehari-hari.” Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa: Memahami keterkaitan Pancasila (nilai) dan PKn (aksi) sebagai satu kesatuan, Mengembangkan kesadaran kritis dan sikap proaktif terhadap isu kebangsaan & global, dan Membangun jejaring gagasan lintas daerah dan perguruan tinggi.
Talk Show Nasional ini bukan sekadar pembukaan perkuliahan, melainkan gerakan kebangsaan kolektif untuk melahirkan generasi Pancasilais yang cerdas, inklusif, dan berdaya saing global.


