Bandung, 23 Juni 2025 – Wakil Kepala Institute of Global Citizenship Education (IGCED) APCEIU, Ms. Jeongmin Eom, menegaskan pentingnya peran guru dan kolaborasi lintas negara dalam memajukan Pendidikan Kewargaan Global (Global Citizenship Education/GCED), dalam sambutannya di acara GCC Directors’ Meeting 2025 yang berlangsung di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung.
Dalam sambutan pembukaannya, Eom menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh direktur dan mitra GCC yang hadir atas komitmen, kerja keras, dan semangat kolaborasi yang telah membentuk program GCED Cooperation Centre (GCC) menjadi gerakan pendidikan global yang bermakna.

“GCC bukan sekadar inisiatif. Ia adalah refleksi dari kebutuhan nyata akan penguatan kapasitas guru untuk menjawab kompleksitas dunia saat ini. Sejak GCED masuk dalam SDG 4.7 tahun 2015, dan lebih ditekankan kembali dalam Rekomendasi UNESCO 2023, dunia pendidikan ditantang untuk bertransformasi,” ujar Eom.
Rekomendasi UNESCO tahun 2023 tentang Pendidikan untuk Perdamaian, HAM, Kewargaan Global, dan Pembangunan Berkelanjutan menjadi dasar penting dalam merancang ulang sistem pendidikan yang lebih inklusif dan relevan terhadap tantangan global. Dalam konteks ini, program GCC yang dijalankan APCEIU melalui IGCED memiliki peran strategis untuk memperkuat kapasitas guru dan institusi pendidikan di berbagai negara.
Eom juga menyoroti pertumbuhan program GCC yang tidak hanya meluas secara geografis, tetapi juga semakin beragam dan mendalam dalam praktik. Delapan GCC yang tersebar di Asia Tenggara dan Asia Selatan hadir di institusi yang berbeda—mulai dari universitas, lembaga pendidikan nasional, hingga lembaga pemerintah dan pusat regional—yang masing-masing menawarkan pendekatan dan inovasi berbasis konteks sosial dan budaya lokal.
“Melihat transformasi dari dialog awal menjadi praktik yang berdampak di lapangan adalah salah satu perjalanan paling membahagiakan dalam kerja sama ini,” ungkapnya.

Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2022, GCC Directors’ Meeting menjadi ruang penting untuk membangun sinergi dan jaringan kolaboratif antar GCC. Edisi keempat yang digelar tahun ini di Bandung menjadi semakin bermakna, mengingat kota ini dikenal sebagai tempat bersejarah Konferensi Asia-Afrika 1955 yang mengusung semangat solidaritas dan kerja sama internasional.
Eom juga menyampaikan penghargaan khusus kepada GCC-Indonesia yang menjadi tuan rumah kegiatan, atas keramahan dan kerja keras dalam menyiapkan pertemuan ini.
“Mari kita jadikan pertemuan ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi dan memperluas dampak GCED di masa depan,” tutupnya.
Kegiatan GCC Directors’ Meeting 2025 diselenggarakan selama tiga hari, dan menghadirkan perwakilan dari delapan negara mitra program GCC, UNESCO Jakarta, serta akademisi dan praktisi pendidikan dari berbagai institusi.


