Global Citizenship Education Cooperation Centre Indonesia (GCC-Indonesia) melaporkan keberhasilan implementasi Global Citizenship Education (GCED) melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev). Proyek ini menjadi percontohan integrasi GCED dalam kurikulum sekolah dan universitas, dengan fokus pada pembelajaran berbasis proyek untuk meningkatkan pemahaman nilai-nilai GCED dan keterampilan berpikir kritis, inovatif, serta global. Monev dilakukan di berbagai sekolah, termasuk SD Labschool UPI Cibiru, SD Assalaam Bandung, SMP Assalaam Bandung, SMP Negeri 12 Bandung, SMP Negeri 2 Bandung, SMA Negeri 3 Bandung, dan SMA Labschool UPI Cibiru. Perguruan tinggi seperti MKWK dan Program Studi Terkait di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) juga turut serta dalam monev.


Keberhasilan proyek GCED di SMA Negeri 3 Bandung menarik perhatian, di mana tidak hanya terbatas di lingkup sekolah, tetapi juga melibatkan masyarakat. Setelah sukses melewati tahap pra persiapan dan uji coba, para siswa siap melaksanakan kegiatan bakti desa di Pangalengan pada bulan Oktober. Langkah ini membuktikan bahwa pendidikan kewarganegaraan global (GCED) tidak sekadar teori di dalam kelas, melainkan juga memiliki dampak langsung dalam kehidupan sehari-hari.


Di SMP Labschool Cibiru, siswa membuat program “Less Plastic Day” hal ini menciptakan dampak besar dalam pendidikan kewarganegaraan global. Mereka merancang program yang menginspirasi dan mengedukasi, dengan fokus pada kesadaran akan pentingnya mengurangi penggunaan plastik. Langkah konkret diambil dengan melarang penggunaan barang plastik pada hari tertentu di seluruh elemen sekolah. Proyek ini tidak hanya menjadi pembelajaran di kelas, tetapi juga implementasi nilai-nilai GCED dalam tindakan nyata. Siswa menjadi agen perubahan yang memberdayakan komunitas sekolah untuk berpartisipasi dalam gerakan “Less Plastic Day.”


Di tingkat perguruan tinggi tepatnya pada matakuliah MKWK UPI tidak ketinggalan, dengan proyek GCED yang mencakup isu-isu kontemporer seperti penjualan organ oleh tenaga kesehatan, eksploitasi anak di bawah umur, penyaluran tenaga kerja ilegal, dan regulasi perdagangan organ. Proyek ini tidak hanya memperluas pengetahuan siswa tetapi juga mendorong partisipasi aktif dalam penyelesaian masalah global.
Melalui hasli monev ini, GCC-Indonesia menegaskan komitmennya terhadap pendidikan kewarganegaraan global di seluruh wilayah Indonesia. GCC-Indoensia akan terus mendampingi untuk memastikan berlanjutnya pendidikan kewarganegaraan global dan promosi nilai-nilai GCED di masa mendatang.


